Newest Post
// Posted by :Bernaza Arianda
// On :Monday, September 30, 2013
Hal-hal yang mendasari perlunya di lakukan budidaya tanaman
obat , baik secara apotek hidup (TOGA)
Yang areanya terbatas maupun skala perkebunan yang areanya
terbatas maupun skala perkebunan yang areanya besar adalah :
- Tanaman obat sedang mulai sulit di temukan di habitat aslinya.
- Beberapa species mulai langka karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam segi pelestarian.
- Berdasarkan beberapa penelitian, produksi simplisia dari tanaman obat hasil budidaya masih lebih rendah dari tanaman liar, baik dari segi kualitas maupun kuantitas nya .
- Beberapa species tanaman obat masih sulit di budidayakan secara konfensional
- Pasar tanaman obat masih terbatas dan eksklusif, walaupun akhir-akhir ini permintaannya cukup tinggi baik lokal maupun ekspor
- Sejak terjadi krisis keuangan, posisi obat tradisional yang berbahan baku nabati mulai bisa sejajar dengan obat-obatan modern di pasaran , karena harganya relative murah
- Gerakan kembali kea lam di negara-negara maju seperti eropa dan amerika semakin mempopulerkan pengobatan dan perawatan kesehatan secara alami , sehingga meningkatkan permintaan dunia terhadap bahan baku nabati
- Untuk mengantisipasi tinggi nya permintaan bahan baku nabati oleh Negara-negara penghasil produk herbal seperti cina dan india , Indonesia adalah daerah yang cocok untuk pengembangan budidaya tanaman obat .
- Beberapa jenis tanaman tropis yang berkhasit obat dan banyak di gunakan untuk peralatan natural hanya bisa tumbuh di daerah tropis Indonesia .
Usaha meningkatkan penghasilan melalui primadona
horticulture , sepertinya sulit di harapkan sejak pergantian musim sudah sulit
di tebak hingga mengakibatkan , fluktuasi harga yang cukup tajam dalam waktu
yang relative singkat
Begitu pula dengan penanaman padi, sebelumnya diharapkan
akan menghasilkan keuntungan Karena beras , merupakan kebutuhan primer
Indonesia. Pada kenyataannya juga makin terjepit karena harga pupuk yang terus melambung dan kehadiran berbagai macam beras impor yang harga dan kualitasnya cukup bersaing.
Hal-hal ini lah yang sebenarnya merupakan dorongan bagi para petani Indonesia untuk lebih jeli melihat relung-relung bisnis di bidang agroindustri yang lebih potensial , seperti budidaya tanaman obat . jika dibandingkan dengan prospek tanaman hias pn, tanaman obat ini tampak memberkan prospek lebih baik , mengingat fungsinya untuk menjaga kesehatan masih lebih penting daripada sekedar keindahan ornamen.
Dengan melihat prospek tersebut , maka sangatlah terbuka kesempatan untuk beragrobisnis di bidang tanaman obat Indonesia . dengan berpedoman pada pengembangan dan pengelolaan mutu produk bahan nabati, maka sekurah pasar local dalam negeri dapat di rebut dan produk bahan nabati siap masuk ke pasar global . hal ini memberikan rasa optimis yang cukup kuat karena di landasi dengan potensi yang di miliki oleh Indonesia , baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang cukup besar.

